Penggunaan ‘Cumi Aipa’ dalam Pengendapan Tahu Ramah Asam Lambung bagi Siswa Full Day School

Alifsa Putri Aridha, Claudya Putri Cahyani, Husnul Khotimah, Fatehurraman Fatehurraman

Abstract


WHO mengonfirmasi Indonesia memiliki jumlah penderita gastritis sebesar 40%. Gastritis adalah peradangan selaput lendir lambung yang ditandai dengan nyeri lambung, sendawa dan kehilangan nafsu makan. Dikhawatirkan pada tahun 2022  akan terjadi peningkatan penderita, serta golongan penderita baru dengan rentang usia 15-18 tahun dikarenakan diberlakukan kembali full day school selama 10-12 jam pelajaran. Tahu merupakan makanan yang tersedia di setiap kantin sekolah di MAN Kotawaringin Timur yang dapat memicu asam lambung terutama bagi siswa yang kelelahan, dan pola makan mereka yang buruk karena waktu istirahat yang singkat, sejalan dengan penelitian Lilis Apriyani dkk. Dan mayoritas tahu di Kotawaringin Timur diproduksi menggunakan air tanah setempat yang sedikit lebih asam. Sehingga perlunya inovasi dalam mengurangi keasaman tahu. ‘Cumi Aipa’ adalah singkatan dari cuka alami air kelapa terbuat dari air kelapa tua dan tangkai cabai yang mengandung bakteri Lactobacillus plantarum. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ‘Cumi Aipa’ dalam pengendapan sari kedelai. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis kuantitatif dengan eksperimen memfermentasikan air kelapa dalam dua hari hingga beraroma alkohol. Tahu yang menggunakan ‘Cumi Aipa’ memiliki keasaman yang rendah, dan awet di suhu kulkas. Sehingga tahu hasil pengendapan kedelai menggunakan ‘Cumi Aipa’ ramah asam lambung bagi siswa-siswa full day school yang rentan gastritis.


Keywords


Cuka; Air Kelapa; Lactobacillus plantarum; Gastritis; Asam Lambung.

Full Text:

PDF

References


Arifin, Hilda Zia. (2019). Studi Pembuatan Sirup Air Kelapa Fungsional (Kajian Konsentrasi Sukrosa dan ekstrak Pigmen Antosianin Bunga Rosella(Hibiscus sabdariffa L)). Universitas Muhammadiyah Malang Institutional Repository, 6.

Badan Standarisasi Nasional. (2014, Mei 25). SNI 01-3142-1998 (SNI Tahu).

Bhakti Etza Setiani. (2021). Pengaruh Penambahan Sari Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) sebagai Bahan Penggumpal Alami terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Tahu Kacang Hijau (Vigna radiata). Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 8-10.

dr. Pittara. (2021, November 22). Gastritis. Alodokter.

Fenny Larasati. (2012). Sintas Isolat Lokal Enterobacter sakazakii (Cronobacter spp.) dalam Susu SKIM Selama Pengeringan, Penyimpanan dan Rekonstitusi.

Guisi Ventimiglia, dkk. (2015). Codominance of Lactobacillus plantarum and Obligate Heterofermentative Lactic Acid Bacteria During Sourdough Fermentation. National Library of Medicine.

Karina Belinda Ardella. (2020).

Purwiyatno Hariyadi. (2009). Thermally Processed Shelf Stable Foods: Penjamin Keamaan dan Optimasi Proses. FOODREVIEW INDONESIA.

Rima, Ayu Tiya. (2017). Kemampuan Dekok Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Untuk Memperpanjang Masa Simpan Tahu Putih. http://e-journal.uajy.ac.id/12539/.

Sakib Nurcholish Ansahari, Suprayitno. (2019). Hubungan Stress Dengan Kejadian Gastritis Pada Kelompok Usia 20-40 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda Tahun 2019. Borneo Student Research, 1.

Sri Andayani, dkk. (2017). Pengaruh Pemberian Bakteri Lactoacillus plantarum Terhadap Histoptologi dan Hematologi Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) yang Diinfeksi Bakteri Edwarsiella tarda. Journal of Fisheries and Marine Research, 1-2.

Suryana Purawisastra, et al. (1993). erubahan Kandungan Protein dan Komposisi Asam Amino Kedelai Pada Waktu Pembuatan Tahu dan Tempe. Penelitian Gizi dan Makanan, vol 16, 1993, 119.

Y. Nurraifah, dkk. (2020). Penggunaan Bakteriosin yang Diproduksi oleh Lactobacillus plantarum sebagai Pengawet Alami untuk Daging Ayam yang Disimpan di Suhu Ruang. IPB University Scientitif Journal, 11.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.